|
|
comments (0)
|
Kodew, Kampes, Kubam, Kera-kera ngalam, ayas, kuname pothel, ojobe di gondhol nawake, dll adalah beberapa perbendaharaan kata dengan bahasa walikan khas Malang yang cukup dikenal diluar komunitas aremania. Bahasa ini ternyata mampu memmperkuat modal sosial yang ada dimasyarakat sehingga suasana khas Malangan yang guyub, saling percoyo, iso’an terus terbangun. Perkembangan lanjut bahasa ini adalah mampu menjelma menjadi sebuah identitas baru kera-kera ngalam.
Sampai saat ini bahasa walikan (dibaca dari belakang) ini popular dipergunakan oleh anak muda Malang. Menurut sejarah asal muasal bahasa walikan dimulai pada saat jaman perjuangan Gerilya Rakyat. Eksistensi bahasa walikan pada saat ibu berfungsi sebagai alat komunikasi rahasia antar sesama pejuang dan sekaligus menjadi identitas untuk mengenal kawan ataupun lawan.
Bahasa walikan efektif dipergunakan pada saat perjuangan dikarenakan banyak mata-mata Belanda yang juga menggunakan bahasa Jawa, Jadi dengan penggunaan bahasa walikan akan meminimalisisr bocornya strategi perjuangan para gerilyawan ke tangan penjajah Belanda
Bahasa walikan bukanlah sebuah kata sandi karena bahasa ini sifatnya terbuka, kaya perbendaharaan kata, sekaya bahasa yang ada. Selain itu bahasa walikan juga tidak mengikuti aturan umum dan baku, yang sulit dipahami dan dimengerti bagi orang awam sekalipun.
Penggunaan bahasa walikan (osob kiwalan) kera ngalam (bahasa terbalik anak muda malang) masih mengunakan induk bahasa jawa. Beberapa istilah-istilah di bawah ini Bahasa Jawa memang cukup beragam corak dialeknya, keragaman ini dipengaruhi banyak factor juga. Salah satu yang cukup dominant berpengaruh adalah posisi daerahnya, dimana daerah tersebut berinteraksi lansung dengan beberapa bahasa lain disekitarnya.
Bahasa walikan ini sekarang sudah berbaur dengan bahasa Malangan, bahkan, sudah menjadi trade mark warga Malang. Bahkan sudah menjadi bahasa gaul dari berbagai kalangan, baik yang muda, ang tua, kalangan pelajar mahasiswa atau warga di aktifitas yang lainnya. Salah satu fungsi nyata bahasa walikan ini adalah memperkuat modal social masyarakat berupa semakin eratnya hubungan persaudaraan,saling percaya dan bisa bekerja sama disemua sector.
Kalau dicermati maka ada beberapa kata yang khas asli malang antara lain seperti genaro (orang), ebes (orang tua), ojir (uang), sedangkan kata lainnya, adalah walikan dari bahasa yang umum Misalnya, kadit itreng (tidak ngerti), nakam (makan), nganal (laki-laki), kodew (perempuan), dan silup (polisi). lecep (pecel), sam (mas), kampes (sempak), kubam (mabuk), dan ngetem (meteng).
|
|
comments (0)
|
Cangar merupakan salah satu nama Dusun di Kelurahan Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Dusun ini menjadi lebih terkenal dengan sebutan Pemandian Air Panas Cangar.
Cangar terletak di dalam kawasan Taman Hutan Raya R. Soeryo dan banyak dikunjungi para wisatawan yang ingin menikmati hangatnya sumber alami air panasnya. Selain itu, di sekitar pemandian air panas terdapat beberapa goa buatan yang merupakan peninggalan di masa kedudukan Jepang, pada tahun 1942-1945.
Tidak hanya bisa menikmati hangatnya air panas di pemandian Cangar dan goa Jepang, di kawasan ini pula para pengunjung bisa mengunjungi Coban Talun dan Coban Rais. Di tambah lagi, akan banyak di jumpai satwa liar yang seperti monyet melompat dan berlarian tanpa akan mengganggu kenyamanan.
Wisata yang asri dan masih hijau ini cocok untuk dikunjungi dengan keluarga dan orang tercinta.
|
|
comments (0)
|
Kabupaten Malang, adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur dan terletak di dataran tinggi, berjarak 90 Km dari Kota Surabaya. Karena letaknya yang tinggi, kota ini memiliki udara yang sejuk dan nyaman untuk dikunjungi.
Kota Malang adalah ibu kota awal dari kabupaten Malang, tapi sejak tahun 2008, Kota Kepanjen adalah ibu kota tetap berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2008.
Kabupaten Malang berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten lain seperti: Kabupateng Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kota Batu dan Kabupaten Pasuruan di Utara; Kabupaten Lumajang di Timur; Samudera Hindia di Selatan; dan Kabupaten Blitar dan kabupaten Kediri di Barat.
Malang adalah salah satu kabupaten bersejarah dalam lingkup sejarah Singhasari, dimana setelah Ken Arok membunuh Akuwu Tunggul Ametung dan menikahi istrinya, Ken Dedes, pemerintahan kerajaan Singhasari berpindah ke Malang, yang sebelumnya berada di Tumapel.
Dari tonggak sejarah tersebut, terdapat beberapa peninggalan yang bisa di manfaatkan sebagai obyek pariwisata Malang seperti, candi. Selain itu, karena terletak di daerah pegunungan yang sejuk, Malang banyak dikunjungi oleh banyak wisatawan dari sekitar Surabaya dan beberap kota dengan keadaan suhu yang panas untuk sekedar berekreasi ataupun menginap. Terdapat beberapa obyek wisata yang banyak dikunjungi di Malang, seperti air terjun, perkebunan, pantai atau bahkan tempat-tempat untuk berwisata kuliner.