|
|
comments (0)
|
Artikel kali ini mungkin agak lebih panjang di banding dengan yang lain, buat
anda-anda yang ada di Malang, rugi rasanya kalau gak kenal topeng malang dan
buat anda yang sudah kenal topeng malang, rugi rasanya kalau gak kenal mbah mun.
tentang topeng malang, akan amat sangat panjang sejarahnya kalau di tulis disini
juga, mungkin lain kali temen-temen bisa mereviewnya secara lengkap (terutama
temen-temen yang hobi kluyuran dimalang, sepengetahuan saya sih, topeng
malang itu budaya akulturasi jawa tengah dan jawa timur,
setahu saya dulu, jaman masih ngluyur ama temen-temen ke pakisaji, melihat
gemulai penari topeng malang akan amat sangat indah, di sambi nyruput kopi
tubruk, ama ngisep rokok kretek, njagong sampe mentari menjelang, duh asli indah.
gimana ya, di topeng malang masih ada sesuatu yang beda, unsur original yang
masih kental, unsur keengganan untuk menciptakan sesuatu secara besar-besaran,
yang tidak saya temukan di tari topeng yang lain.
nah salah satau maestro pembuat topeng tersebut bernama mbah mun/mbah karimun,
yang konon dulu sebuah topeng bisa di hargai dengan 1 ekor sapi (wew....mantab
surantaaaaaaab), tapi kalau temen-temen mo liat sekarang, apalagi di malang
sendiri, nyaris gak ada lagi yang kenal ama topeng malang, yah tragis apa yang
terjadi dengan budaya negeri ini, dan yang lebih tragis lagi, ketika saya
mendengar dari temen tentang kondisi mbah mun sekarang dan juga terdapat di
beberapa situs.
"Mpu Topeng Malang, Mbah Karimun, kini hanya bisa terbaring lemah di tempat
tidur. Pendengarannya terganggu, ingatannya melemah, dan badannya sudah susah
untuk digerakkan. Pihak keluarga mengaku, Mbah Karimun membutuhkan perawatan
medis yang intensif.
Handoyo, cucu Mbah Karimun, menyatakan bahwa kakeknya kini harus istirahat total..
Hal itu berkaitan dengan kecelakaan yang menimpa Mbah Karimun, sepuluh tahun
lalu. Tapi memang, sang maestro topeng tersebut telah tua. “Tiga bulan lalu,
Mbah Karimun masih memaksakan diri untuk membuat topeng. Beliau juga masih
melatih tari. Tapi kini semuanya tak bisa lagi dikerjakan,” tutur Handoyo,
Persoalannya adalah biaya. Pihak keluarga tidak memiliki cukup dana untuk
pengobatan dan perawatan medis. Padahal kesehatan Mbah Karimun sudah dalam
kondisi kritis. Perawatan medis mutlak diberikan.
Solusinya, Handoyo berencana melelang dua topeng Mbah Karimun. Lelang diadakan
di Panggung GWALK Citra Raya Surabaya Barat.
Berkenaan dengan acara lelang, utamanya demi pemenuhan biaya perawatan Mbah
Karimun, Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) berharap kepada pihak-pihak terkait
untuk turut berpartisipasi. Menghadiri acara lelang dan berkenan memberi bantuan.
“Ini semua demi Mbah Karimun. Kami berharap, banyak kalangan tergugah untuk
memberi bantuan kepada Mpu Topeng Malang, yaitu Mbah Karimun,” ujar Heri Lentho,
pengurus DKJT.
saya hanya ingin mengingatkan temen-temen kalau di malang masih
banyak yang bisa di gali, banyak yang bisa dinikmati, salah satu orang yang
biasa menyajikan keindahan untuk kita nikmati sedang sakit, nah apa yang bisa
kita lakukan, hanya diskusi, hanya koar-koar gak jelas, hanya ngumpat ama pemkab,
atau kita bisa lasing berbagi info, semoga kita selalu bisa melakukan yang
terbaik untuk semua yang telah membuat kita lebih menikmati hidup
|
|
comments (0)
|
Ingat tempe pasti ingat Malang. Ya, kota wisata ini tak hanya menawarkan wisata
mata, tapi juga wisata cemilan yang didominasi keripik. Tak hanya tempe saja
yang jadi pilihan, tapi juga ada aneka kripik buah, umbi, sayur, daging, baso
dan beragam jenis keripik lain yang patut untuk dicoba. Yuk, berkunjung ke
beberapa toko oleh-oleh khas Malang yang pas untuk oleh-oleh keluarga di rumah
atau sekedar untuk cemilan kala di perjalanan.
1. Kripik Tempe Bu Noer:
2. Keripik Tempe Sanan Lancar Jaya
3. Keripik Tempe Burung Swari
4. Sugeng Keripik Buah
5. Harum Manis
6. Enak Eco
7. Wicaksono 1
8. Nature Oleh-oleh Khas Malang
9. Poetra Ardani Keripik Tempe
10. Pelangi Sari
11. Goldia – Cemilan dan Keripik Khas Malang
12. Manalagi Kripik
13. Toko Pia Cap Mangkok Khas Malang
14. Wicaksono 2
15. Keripik Tempe Ratna
16. Keripik Tempe Andhika
|
|
comments (0)
|
Alat transportasi ini pernah menjadi salah satu identitas kota Malang. Tapi
seiring dengan bergesernya jaman dan kemajuan alat transportasi kendaraan ini
jadi tersisih dan digantikan oleh mikrolet dan taxi yang lebih modern. Alat
transportasi tersebut adalah Bemo atau ada yang bilang Demo (gak ada kaitannya
dengan unjuk rasa).
Kalo andasaat kuliah atau sekolah pada tahun 1980-an pasti gak asing
lagi dengan alat transportasi ini. Dulu di jamannya alat transportasi ini melayani jalur dalam kota Malang, jalur-jalur yang pernah dilalui Bemo ini adalah daerah Blimbing, Wendit, dan Dinoyo.
Pada jamannya Bemo yang ada di Kota Malang ini menurut Pak Suparman yang pernah menjadi sopir Bemo jumlahnya ada sekitar 1.170 buah. WOW! Tapi saat ini hanya tersisa sekitar 60 buah itupun kondisinya banyak yang sudah tidak layak jalan
alias jadi besi tua. Pada jamannya Bemo ini punya terminal di daerah Jagalan (untuk
kota Malang), untuk daerah Wendit terminalnya di depan Taman Rekreasi Wendit
atau sekarang Wendit Water Park sedang untuk daerah Blimbing di daerah Sumpil
atau Kemirahan, untuk Dinoyo di Pasar Dinoyo. Masih menurut Pak Suparman bemo
ini dulu mepunyai dealer di Raja Bally atau Kayu Tangan yang sekarang sudah di
jadikan tempat bilyard.
Nama Bemo sendiri diambil dari "becak motor". Bemo pertama digunakan di
Indonesia pada awal tahun 1962 pertama-tama di Jakarta dalam kaitannya dengan
Ganefo. Harga Bemo ini dulu menurut sumber yang kami ketahui Rp 400 ribu ,
kalau di kurs kan dengan harga sekarang berapa yah. Sebagai perbandingan dulu
penulis saat Bemo masih beroperasi ongkos naik bemo dari Malang ke Dinoyo Rp 10, terakhir Bemo beroperasi di Malang sekitar tahun 1990 an dan terakhir melayani rute atau trayek Mergan-Dinoyo sekarang digantikan jalur GML dan JDM, Dinoyo-Borobudur sekarang digantikan jalur PBB, Dinoyo-Kedawung sekarang digantikan jalur CKL. Semua rute /trayek ini berpusat di terminal Dinoyo yang sekarang jadi pasar Dinoyo.
Sekedar menambah pengetahuan pembaca penulis tambahkan Specification Bemo, yang diambil dari website Daihatsu :
Panjang :2.970 mm
Lebar :1.295 mm
Tinggi :1.455 mm
Jarak Roda:1.905 mm
Kapasitas : 2 orang
Karena aslinya bemo memang mobil barang cuman di Indonesia dimodifikasi jadi
mobil penumpang umum, maka di papan kier tertulis Kapasitas 8 orang. Bemo ini
digerakkan oleh mesin 2 tak atau lazim disebut mesin 2 langkah dengan kapasitas
mesin 305 cc, maksimum daya 12PS/4.500 rpm, maksimum tenaga putaran atau torsi 2,4Kg.m/2.500
rpm. Sedang sistempedinginan mesin Bemo ini hanya mengandalkan udara luar dan olie samping (tapi karena orang Indonesia ini terkenal kreatif dan seneng "ngobo" atau modifikasi oli samping diganti dengan bensin campur).
Inilah sedikit kisah Bemo yang pernah jadi salah satu ciri kota Malang yang
terkadang disebut "Becak kuwalik" karena sama-sama beroda 3 tapi jalannya maju
atau malah ada yang menyebut "Dono" ( salah satu Personil Warkop DKI) karena
sama-sama tongos atau orang Malang bilang Mrongos.Semoga dengan tulisan ada
pembaca yang berniat melestarikan kendaraan ini (tapi tidak dianjurkan sebagai
sarana transportasi harian lho, soalnya tingkat polusinya tinggi), atau sekedar
menambah wawasan tentang Kota Malang yang tercinta ini.
Bemo.....trunthung....thung.....thung....thung