MALANGKUCECWARA
|
|
comments (0)
|
Batik memang sudah dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Batik sangat melekat pada budaya Indonesia. Batik pula yang menjadi tradisi bangsa Indonesia sejak jaman nenek moyang dan menjadi kebanggaan kita hingga saat ini. Kain batik yang sempat diklaim milik pihak lain sekarang ini mulai kembali diperebutkan oleh masyarakat Indonesia. Saat ini Indonesia-pun mulai gencar melakukan berbagi cara untuk melestari kembali kain batik yang memang asli khas Indonesia.
Dan seiring perjalanan waktu, batik di Indonesia mulai bervariasi. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki cirri khas batiknya masing-masing dan batik mempunyai jenis yang sangat beragam. Antara lain adalah batik Solo, Batik Pekalongan, Batik Madura, dan Batik Kalimantan. Oleh karena itu, Kota Malang juga tidak mau tertinggal dalam usaha pelestarian batik. Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang pada Selasa (01/04/2008) yang lalu , Kota Malang mendapatkan kado istimewa berupa salah satu penambahan identitas yang menjadi ciri khas Kota Malang yaitu Batik Malang.
Salah satu anggota tim pembuat Batik Malang Batik Malang mengatakan bahwa awalnya batik tersebut merupakan hasil lomba batik yang diselenggarakan oleh PKK Kota Malang. Melalui lomba itu diharapkan akan ditemukan desain batik khas Malang. Atau mungkin ditemukannya kembali desain batik Malangan, jika memang telah ada.Selanjutnya hasil lomba itu dikembangkan sampai menjadi hasil akhir seperti saat ini. Minimal ada tiga perameter yang akan dijadikan acuan dalam penilaian terhadap desain dari peserta lomba. Pertama, adanya keterkaitan budaya dan tradisi. Kedua keserasian dan kesatuan elemen desain, terakhir kreativitas. Berdasarkan hasil rembugan dengan pakar budaya Malang, lanjut Heri desain batik harus mencerminkan Malang yang kental dengan tradisi sejarah. Terdapat minimal dua kerajaan besar yang pernah berdiri di Malang yakni Kanjuruhan dan Singosari. Bukan hanya itu, saat ini kerajinan keramik dan batik khas Malang, yang dibikin oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), telah berhasil dipamerkan di pameran internasional Perth Royal Show, Australia, pada 29 September hingga 6 Oktober yang lalu. Hal ini merupakan salah satu bentuk usaha Kota Malang dalam mengembangan potensi seni dan budaya yang ada di Kota Malang hingga ke manca negara. Sekalipun keramik Malang masih kalah bersaing dengan keramik China di pasar dunia, kata Soegiantoro, pihaknya tetap optimistis akan mampu menembus pasar internasional, karena keramik Malang memiliki ciri khas dan spesifikasi unik yang tidak dimiliki oleh keramik negara-negara lain. Lanjutnya, keramik asli Malang memiliki karakter natural dan gaya tropis yang cukup kuat serta dibuat dengan metode handmade. Diharapkan, katanya lagi, keramik itu mampu menarik minat para pengunjung dan, lebih jauh lagi, meningkatkan penjualan ke luar negeri (ekspor).
|
|
comments (2)
|
Roti Bakar & Roti Kukus Kadet Warung Kongkow
Jl. Candi Waringin Lawan (Depan ABM) Blimbing
Terang Bulan & Pukis Asli Bangka
Bubur Ayam dan Bubur Kacang Hijau Pak Sobari
Jl. Merbabu, dekat Laboratorium Prodia Malang
Freeza Berry Froyo Yoghurt
Jl. Veteran No. 8 (dalam MX Mall)
Jenang Salak
Jl. Purbowijoyo Rt/Rw 09/03 PagelaranGondanglegi-Malang
Dodol/Jenang Apel Batu Malang
Bakpao Telo Terminal Agribisnis
Jl. Raya Purwodadi No 1, SimpingLawang-Malang T
Serabi Imut Klojen-Serabi Bandung. Yoghurt
Jl. HOS Cokroaminoto (Gang Depan Pasar Klojen)Malang
Roti Bakar & STMJ Warung Pecel Kawi
Jl. Kawi Atas 43 Malang
Ketan Bubuk dan Dawet Bu Slamet Pasar Tawangmangu
Pasar Tawangmangu Jl. Tawangmangu Malang
Angsle, Ronde, Kacang Kuah Titoni
Jl. Zainul Arifin (depan warung Nasi Madura, saat malam hari)
No. Telepon: 808292
Lumpia Khas Malang Hok Lay
Jl. K.H. Ahmad Dahlan 10 Malang Kota/Klojen
Tahwa (Tahu Kuah) Mas Agus
Jl. Aries Munandar 20Malang
Bakpao Waluh
Jl. Raya Ruko Mbeji No. 141 Batu/Junrejo
Vigour
Jl. Raya Mojorejo 35 BJunrejo/Batu
Harum Manis
Jl. Mojorejo 67 Batu/Junrejo
Enak Eco Pusat Oleh-oleh
Jl. Raya Kagengan KM 45 Karangploso
Wicaksono Pusat Oleh-oleh Keripik
Jl. Raya Tlogomas 99 Malang/Ruko Tlogomas
|
|
comments (0)
|
Kota Malang merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki banyak potensi, antara lain adalah potensi pariwisata. Kota yang berpenduduk hampir satu juta jiwa ini dikenal sangat kaya akan cita rasa pendidikan, kebudayaan, seni, dan juga pesona kulinernya.
Tak heran kota yang satu ini menjadi tujuan wisata baik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Kota yang berhawa sejuk ini bahkan namanya cukup dikenal di benua Eropa, khususnya di negeri Belanda.
Maklum saja, di jaman penjajahan Belanda dulu, tata kota Malang didesain oleh arsitek Belanda, dan dibangun dengan tujuan sebagai kota peristirahatan, kota hiburan dan pariwisata bagi para petinggi Belanda. Penduduk kota ini sejak dahulu dikenal sangat plural dan datang dari beragam latar belakang sosial, suku bangsa dan berbagai etnis. Keberagaman itu justru memperkaya khasanah budaya dalam segala bidang. Akulturasi budaya dan peleburan berbagai budaya yang ada justru menjadi aset unggulan tersendiri bagi daya tarik pariwisata kota Malang, khususnya dalam bidang kuliner.
Perbendaharaan kuliner di kota ini sangat kaya dan beragam. Aneka masakan favorit khas Malang yang merupakan perpaduan seni kuliner Jawa, Sumatra, Madura, Tionghoa, India, Timur Tengah, hingga Eropa bisa ditemukan dengan mudah di kota ini. Dengan berbagai penyesuaian dengan lidah lokal serta beragam inovasi, aneka mahakarya kuliner nan lezat bisa dijumpai di Malang, dengan harga yang murah dan terjangkau. Tak heran, pesona wisata kuliner di Malang telah menjadi perhatian tidak hanya di lingkup nasional, namun juga menjadi perhatian masyarakat dunia.
Beberapa majalah pariwisata asing tercatat pernah meliput pesona pariwisata Malang