|
|
Artikel kali ini mungkin agak lebih panjang di banding dengan yang lain, buat
anda-anda yang ada di Malang, rugi rasanya kalau gak kenal topeng malang dan
buat anda yang sudah kenal topeng malang, rugi rasanya kalau gak kenal mbah mun.
tentang topeng malang, akan amat sangat panjang sejarahnya kalau di tulis disini
juga, mungkin lain kali temen-temen bisa mereviewnya secara lengkap (terutama
temen-temen yang hobi kluyuran dimalang, sepengetahuan saya sih, topeng
malang itu budaya akulturasi jawa tengah dan jawa timur,
setahu saya dulu, jaman masih ngluyur ama temen-temen ke pakisaji, melihat
gemulai penari topeng malang akan amat sangat indah, di sambi nyruput kopi
tubruk, ama ngisep rokok kretek, njagong sampe mentari menjelang, duh asli indah.
gimana ya, di topeng malang masih ada sesuatu yang beda, unsur original yang
masih kental, unsur keengganan untuk menciptakan sesuatu secara besar-besaran,
yang tidak saya temukan di tari topeng yang lain.
nah salah satau maestro pembuat topeng tersebut bernama mbah mun/mbah karimun,
yang konon dulu sebuah topeng bisa di hargai dengan 1 ekor sapi (wew....mantab
surantaaaaaaab), tapi kalau temen-temen mo liat sekarang, apalagi di malang
sendiri, nyaris gak ada lagi yang kenal ama topeng malang, yah tragis apa yang
terjadi dengan budaya negeri ini, dan yang lebih tragis lagi, ketika saya
mendengar dari temen tentang kondisi mbah mun sekarang dan juga terdapat di
beberapa situs.
"Mpu Topeng Malang, Mbah Karimun, kini hanya bisa terbaring lemah di tempat
tidur. Pendengarannya terganggu, ingatannya melemah, dan badannya sudah susah
untuk digerakkan. Pihak keluarga mengaku, Mbah Karimun membutuhkan perawatan
medis yang intensif.
Handoyo, cucu Mbah Karimun, menyatakan bahwa kakeknya kini harus istirahat total..
Hal itu berkaitan dengan kecelakaan yang menimpa Mbah Karimun, sepuluh tahun
lalu. Tapi memang, sang maestro topeng tersebut telah tua. “Tiga bulan lalu,
Mbah Karimun masih memaksakan diri untuk membuat topeng. Beliau juga masih
melatih tari. Tapi kini semuanya tak bisa lagi dikerjakan,” tutur Handoyo,
Persoalannya adalah biaya. Pihak keluarga tidak memiliki cukup dana untuk
pengobatan dan perawatan medis. Padahal kesehatan Mbah Karimun sudah dalam
kondisi kritis. Perawatan medis mutlak diberikan.
Solusinya, Handoyo berencana melelang dua topeng Mbah Karimun. Lelang diadakan
di Panggung GWALK Citra Raya Surabaya Barat.
Berkenaan dengan acara lelang, utamanya demi pemenuhan biaya perawatan Mbah
Karimun, Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) berharap kepada pihak-pihak terkait
untuk turut berpartisipasi. Menghadiri acara lelang dan berkenan memberi bantuan.
“Ini semua demi Mbah Karimun. Kami berharap, banyak kalangan tergugah untuk
memberi bantuan kepada Mpu Topeng Malang, yaitu Mbah Karimun,” ujar Heri Lentho,
pengurus DKJT.
saya hanya ingin mengingatkan temen-temen kalau di malang masih
banyak yang bisa di gali, banyak yang bisa dinikmati, salah satu orang yang
biasa menyajikan keindahan untuk kita nikmati sedang sakit, nah apa yang bisa
kita lakukan, hanya diskusi, hanya koar-koar gak jelas, hanya ngumpat ama pemkab,
atau kita bisa lasing berbagi info, semoga kita selalu bisa melakukan yang
terbaik untuk semua yang telah membuat kita lebih menikmati hidup
Categories: Malangkucecwara
The words you entered did not match the given text. Please try again.
Oops!
Oops, you forgot something.